Recent Posts

A. Sejarah Diagnostic Related Group B. Pengertian Diagnostic Related Group C. Data yang harus ada dalam Diagnostic Related Group D. Tujuan Diagnostic Related Group E. Macam Diagnostic Related Group F. Keuntungan Diagnostic Related Group

Latest Post

Keuntungan Menggunakan Diagnostic Related Group (DRG)

Written By Unknown on Jumat, 11 Mei 2012 | 03.31

Pada pedoman Daftar Penggolongan Penyakit dan Tindakan serta Tarif Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin di Rumah Sakit Tahun 2008 yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan RI terdapat penggolongan 23 Major Diagnostic Categories (MDC) yang terbagi dalam 1077 diagnosis penyakit. Tarif pelayanan askes ini meliputi tarif pelayanan rawat inap (Inpatient Procedure) dan rawat jalan (Ambulatory Procedure) untuk rumah sakit tipe A, B, C, D, RSUPN Cipto Mangunkusumo, RSAB Harapan Kita, RSJP Harapan Kita, dan RS Kanker Dharmais. Komponen biaya yang ada dalam tarif INA-DRG meliputi jasa pelayanan, biaya pemeriksaan penunjang, biaya obat dan alat habis pakai, biaya akomodasi, dan biaya administrasi.

Tujuan dan Macam Diagnostic Related Group (DRG)

a.       Kontrol biaya, jika biaya ditetapkan secara prospektif dan dibayar dengan tanpa melihat lama tinggal pasien, rumah sakit didorong untuk menghindari biaya yang tidak penting, khususnya jika ekses dari angka pembayaran melebihi biaya aktual yang optimal. Berdasarkan indeksasi, metode per diem yang ada dari pembayaran tetap kecuali bahwa biaya yang reasonable disesuaikan dengan jumlah komplesitas casemix.

Data atau Syarat yang Harus Ada di DRG (Diagnostic Related Group)

Syarat dalam keberhasilan implementasi DRG tergantung pada 3C (coding, costing, dan clinical pathway).
a.       Coding
·         Coding for diagnostic (ICD-10)
·         Coding for procedures (ICD-9 CM)
Proses terbentuknya tarif DRG tidak terlepas dari adanya peran dari sistem informasi klinik rekam medis, dimana rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan layanan lain kepada pasien pada layanan kesehatan baik untuk rawat jalan maupun rawat inap yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Tujuan rekam medis untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tertib administrasi adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit, sehingga keberhasilan pelaksanaan DRG pun sangat tergantung dengan data pada rekam medis. Tak jauh berbeda dengan data dalam rekam medis, data dasar dalam INA-DRG terdiri dari :
1)      Nama pasien
2)      Tanggal masuk RS
3)      Tanggal keluar RS
4)      Lama rawatan (Length of Stay/LOS)
5)      Tanggal lahir
6)      Umur dalam tahun ketika masuk RS, umur dalam hari ketika masuk RS
7)      Jenis kelamin
8)      Status ketika pulang (discharge)
9)      Berat badan baru lahir (gram)
10)  Diagnosis utama, diagnosis sekunder (komplikasi, komorbiditi)
11)  Tindakan pembedahan
b.      Costing
Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam menentukan pembiayaan untuk DRG yaitu :
1)      Top Down Costing
2)      Activity Based Costing
c.       Clinical Pathway
Clinical Pathway adalah dokumen perencanaan pelayanan kesehatan terpadu yang merangkum setiap langkah yang dilakukan pada pasien mulai masuk RS sampai keluar RS berdasarkan standar pelayanan medis, standar asuhan keperawatan, dan standar pelayanan tenaga kesehatan lainnya yang berbasis bukti dengan hasil yang dapat diukur (Tim Casemix).
Tujuan clinical pathway antara lain : memfasilitasi penerapan clinical guide dan audit klinik dalam praktek klinik, memperbaiki komunikasi dan perencanaan multidisiplin, mencapai atau melampaui standar mutu yang ada, mengurangi variasi yang tidak diinginkan dalam praktek klinik, memperbaiki komunikasi antara klinisi dan pasien, meningkatkan kepuasan pasien, identifikasi masalah riset dan pengembangan.

Pengertian Diagnostic Related Group

DRG adalah suatu sistem pemberian imbalan jasa pelayanan kesehatan pada penyedia pelayanan kesehatan (PPK) yang ditetapkan berdasarkan pengelompokkan diagnosa penyakit. Diagnosis dalam DRG sesuai dengan ICD-9-CM (International Classification Disease Ninth Edition Clinical Modification) dan ICD-10. Dengan adanya ICD memudahkan dalam pengelompokkan penyakit agar tidak terjadi tumpang tindih. Pengelompokkan diagnosis ditetapkan berdasarkan dua prinsip yaitu clinical homogenity

Sejarah Dan Perkembangan DRG (Diagnostic Related Group)

Sistem pemberian pelayanan kesehatan di Indonesia telah berjalan secara berkesinambungan yang merupakan perubahan dari berbagai jenis sistem. Perubahan utama yang paling dipertimbangkan oleh pemerintah adalah menekankan pada sistem perencanaan Indonesia (2001-2005) yaitu memperkenalkan suatu sistem pembiayaan pelayanan kesehatan yang cocok dan sesuai untuk Indonesia. Suatu metode pembayaran yang sesuai kepada penyedia jasa pelayanan kesehatan merupakan salah satu unsur utama

Label 1

Label 2

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sekolah Online - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger